3 Alasan Mengapa Investasi Properti Sangat Menguntungkan
Apa yang membuat investasi properti begitu menguntungkan? Dari sekian banyak instrumen investasi, properti merupakan salah satu bentuk investasi dengan keuntungan yang menarik. Mari kita bahas beberapa alasan mengapa Anda harus mencoba investasi properti.
Investasi Properti adalah Investasi yang Unik
Anda tentu sudah sering mendengar istilah investasi properti. Properti adalah salah satu bentuk investasi yang skemanya relatif unik. Berbeda dengan investasi reksa dana atau saham, ada banyak faktor yang harus dipertimbangkan dalam investasi properti. Tetapi jangan salah, Anda perlu tahu bahwa ada banyak juga celah yang dapat dimanfaatkan dalam investasi properti. Jika Anda mampu membuat strategi yang cemerlang, investasi properti dapat memberikan keuntungan yang berlipat ganda dengan cepat.
Mari kita bahas beberapa alasan mengapa investasi properti sangat menguntungkan :
Keuntungan #1 Cashflow
Investasi properti dapat memberikan keuntungan cashflow atau arus kas yang dapat dinikmati setiap bulan. Pendapatan ini sifatnya pasti, tidak dipengaruhi oleh faktor pasar. Berbeda dengan investasi saham hanya yang menghasilkan capital gain. Pada pendapatan capital gain, ada pengaruh kondisi pasar. Keuntungan yang diperoleh bisa berfluktuasi mengikuti kondisi pasar.
Kata Dolf De Roos Aturan Investasi Properti 100 30 3 1 - Perencana Keuangan Independen
[Baca Juga : Aturan Investasi Properti Ala Dolf De Roos]
Salah satu cara yang paling umum untuk mendapatkan keuntungan dari investasi properti adalah dengan menyewakan properti. Penyewaan properti akan memberikan keuntungan cashflow. Keuntungan Anda tidak akan dipengaruhi oleh kondisi pasar. Jika Anda sudah menentukan harga tertentu untuk penyewaan properti per satu periode, maka dalam periode tersebut Anda pasti mendapatkan keuntungan dengan jumlah yang sama. Misalnya :
Ricky memiliki sebuah rumah kost yang disewakan secara bulanan. Rumah tersebut memiliki 10 kamar dengan harga sewa Rp 1.000.000 per kamar / bulan. Karena itu setiap bulan Ricky akan mendapatkan keuntungan cashflow sebesar :
10 Kamar x Rp 1.000.000 = Rp 10.000.000 / bulan
Keuntungan sebesar Rp 10.000.000 / bulan tersebut tidak mungkin berubah secara tiba-tiba karena pengaruh pasar apapun. Hanya saja Anda harus menyesuaikan harga dengan kondisi properti dan lingkungan sekitarnya. Artinya, risiko investasi akan tetap ada, tetapi risiko tersebut menjadi lebih rendah. Investasi yang menghasilkan keuntungan cashflow seperti ini akan sangat bermanfaat ketika Anda pensiun nanti.
Ketika pensiun Anda tidak akan mendapatkan gaji dari perusahaan lagi, sehingga hanya pendapatan pasif dan pendapatan investasi yang dapat Anda gunakan untuk menutupi kebutuhan bulanan. Tentu Anda menginginkan kepastian bahwa setiap bulan kebutuhan Anda akan tercukupi. Bayangkan jika Anda memanfaatkan keuntungan capital gain untuk kebutuhan bulanan pada masa pensiun. Anda harus was-was apakah pendapatan tersebut dapat menutupi kebutuhan atau tidak.
Keuntungan #2 Capital Gain
Selain keuntungan cashflow, investasi properti sekaligus memberikan keuntungan capital gain bagi investornya. Properti adalah aset yang harganya terus meningkat. Apalagi jika Anda memiliki properti di daerah yang strategis. Semakin lama, daerah yang strategis akan semakin penuh sehingga harganya pun semakin mahal. Bagi orang yang tidak mampu membeli properti di daerah strategis akan mencari daerah pinggiran.
Investasi Properti Tidak Sama Dengan Cuma Beli Properti - Beli dengan Bijak - Perencana Keuangan
[Baca Juga : Investasi Properti Tidak Sama Dengan Cuma Beli Properti]
Pada akhirnya daerah pinggiran tersebut pun akan penuh dan begitu seterusnya. Karena itulah harga properti cenderung terus meningkat setiap tahunnya. Ketika harga properti sudah meningkat, Anda bisa menjualnya di harga saat ini yang lebih tinggi daripada harga saat Anda membelinya. Disitulah Anda mendapatkan capital gain. Misalnya :
Andi membeli sebuah rumah seharga Rp 1 Milyar pada tahun 2010. Pada tahun 2016 Andi ingin menjual rumah tersebut. Harga rumah tersebut sekarang sudah meningkat menjadi Rp 2 Milyar. Karena itu Andi mendapatkan capital gain sebesar Rp 1 Milyar.
Properti memang bukan tipe investasi dengan likuiditas tinggi. Menjual properti bukanlah hal yang mudah karena orde harganya yang tinggi. Tetapi jangan lupa bahwa dengan investasi properti Anda juga bisa mendapatkan keuntungan cashflow. Selama properti tersebut belum terjual, Anda dapat menyewakannya sehingga properti dapat tetap menghasilkan uang.
Keuntungan #3 Apresiasi
Keuntungan apresiasi ini memiliki skema yang hampir mirip dengan capital gain. Anda mendapatkan keuntungan dari harga beli properti dengan harga pasarannya saat ini. Perbedaannya, dalam hal apresiasi Anda tidak perlu menjual properti tersebut. Misalnya:
Reni memiliki sebuah ruko yang dibeli pada tahun 2008 seharga Rp 1 Milyar. Saat ini Reni ingin mengambil kredit dengan agunan ke bank Ruko yang dimiliki Reni dapat digunakan sebagai agunan. Bank kemudian akan menilai berapa harga ruko tersebut jika dijual saat ini. Karena harga properti terus meningkat, setelah diperhitungkan bank menghargai ruko tersebut sebesar Rp 2 Milyar. Karena itu Reni dapat meminjam uang sebesar ± Rp 2 Milyar dengan agunan ruko yang dimilikinya. Dengan begitu keuntungan apresiasi yang didapatkan Reni adalah sebesar Rp 1 Milyar. Keuntungan ini didapatkan tanpa harus menjual asetnya.
Berbisnis Properti dengan Utang - Bisnis Properti - Perencana Keuangan
[ Baca Juga : Rahasia Pebisnis Properti – Perbanyak Rumah Lewat Utang]
Peningkatan nilai aset seperti itulah yang kemudian disebut keuntungan apresiasi. Jika Anda mendapatkan nilai pinjaman yang sangat besar sebagai hasil apresiasi, Anda dapat membeli properti baru lagi. Kemudian gunakan properti tersebut untuk disewakan. Usahakan penghasilan sewa dapat digunakan untuk menutupi cicilan kredit. Dengan begitu properti yang akan bekerja untuk menghasilkan uang bagi Anda. Inilah alasan mengapa investasi properti dapat berlipat ganda dengan cepat.
Investasi Properti Memberi Keuntungan Ganda, Bahkan Triple
Investasi properti adalah investasi yang mampu menghasilkan 3 macam keuntungan. Dengan investasi ini, akan sangat mudah menyeimbangkan portofolio investasi Anda. Modal yang dikeluarkan memang tidak kecil, tetapi coba perhitungkan setiap keuntungan yang bisa Anda dapatkan. Jika mampu mencari celah keuntungan dan membuat strategi cemerlang, investasi Anda dapat berlipat ganda dengan cepat.
Apakah Anda pernah memiliki pengalaman unik saat berinvestasi properti? Silakan tinggalkan komentar Anda di bawah ini, terima kasih.
Sumber Gambar :
Property Investment – https://goo.gl/w6IBUv
--------------------------------------------------------------
Kata Dolf De Roos: Aturan Investasi Properti 100:30:3:1
Kata Dolf De Roos: aturan investasi properti 100:30:3:1. Kira-kira apa yang dimaksud dengan aturan investasi properti 100:30:3:1 ? Perencana keuangan independen Finansialku akan sharing mengenai aturan investasi properti 100:30:3:1.
Aturan Investasi Properti 100:30:3:1
Amerika telah melahirkan banyak investor properti yang sukses, seperti Donald Trump, Robert T. Kiyosaki, Dolf De Roos dan banyak lainnya. Sebagai seorang investor cedik, Dolf De Roos membagikan rahasia dibalik kesuksesannya dalam berinvestasi properti. Mau tahu rahasianya?
Kata Dolf De Roos Aturan Investasi Properti 100:30:3:1 -
Dolf De Roos mampu memilih properti yang menguntungkan. Properti yang menguntungkan itu seperti apa? Banyak sekali ceklistnya, tetapi satu hal yang utama yaitu: Properti tersebut harga di bawah nilainya. Contoh Sebuah rumah saat ini harganya Rp 500 juta, tetapi jika dilakukan sedikit renovasi maka nilainya bisa mencapai Rp 600 juta.
Mana ada orang yang mau jual properti dengan harga di bawah nilainya? Jawabannya ada tapi sedikit sekali. Oleh sebab itu Dolf De Roos mebuat aturan investasi properti 100:30:3:1. Berikut ini diagramnya:
Aturan Investasi Properti 100:30:3:1
Pertama, seorang calon investor harus melihat (lihat luar dan dalamnya properti) 100 properti.
Dari 100 properti yang dilihat, lakukan penawaran untuk 30 properti.
Dari 30 properti yang ditawar, ajukan pembiayaan ke bank atau perusahaan pembiayaan lainnya untuk 3 properti.
Dari 3 properti yang diajukan untuk pembiayaan, beli 1 properti.
Jika dihitung angka konversinya dari melihat sampai membeli adalah 1%. Aturan investasi properti 100:30:3:1 cukup susah juga. Tidak mudah untuk melihat 100 properti. Di bukunya Dolf De Roos mengatakan banyak murid-muridnya yang berhasil melihat lebih dari 100 properti dalam 6 bulan. Roos mengatakan semakin banyak Kita melihat properti, semakin banyak pengalaman yang Kita dapatkan.
Kesimpulan
Investasi properti berpotensi menghasilkan keuntungan yang besar. Namun tidak semua properti dapat menghasilkan keuntungan besar. Dolf De Roos memiliki sebuah aturan investasi properti 100:30:3:1. Lihat 100 properti, menawar 30 properti, mengajukan pembiayaan untuk 3 properti dan membeli 1 properti.
---------------------------------------------
Berbisnis Properti dengan Utang?
Berbisnis properti dengan utang? Perencana keuangan independen Finansialku akan membahas topik keren yang banyak diperbincangkan orang yaitu mulai berbisnis properti dengan utang.
Berbisnis Properti dengan Utang
Pada dasarnya Finansialku setuju berbisnis properti dengan utang dengan syarat ketentuan berlaku. Apa aja syarat dan ketentuannya? Ada beberapa syarat dan ketentuan (pekerjaan rumah) yang harus kita penuhi, antara lain:
Syarat 1: Memiliki Pengetahuan
Syarat pertama dan utama, jika kita ingin berbisnis properti dengan utang adalah memiliki pengetahuan. Kita dapat membaca buku atau mengikuti seminar-seminar yang diadakan oleh praktisi dan investor properti sukses. Di Indonesia banyak pakar-pakar properti yang mengadakan seminar, membeli properti tanpa uang (tanpa Uang Sendiri, tetapi Uang Orang Lain).
Berbisnis Properti dengan Utang - Menyewakan Properti
Syarat 2: Memiliki Pengalaman
Edukasi saja tidak cukup, tetapi juga harus praktek. Sobat Finansialku masih ingat aturan properti dari Dolf de Roos, aturan 100:30:3:1 ? Langkah pertama adalah mempelajari 100 properti. Siapkah kita?
Syarat 3: Memiliki Mentor
Bisnis akan lebih sukses jika memiliki mentor bisnis. Ketika menentukan mentor hal yang harus dipastikan adalah: calon mentor kita juga berbisnis properti dengan utang dan sudah sukses.
Berbisnis Properti dengan Utang - Bisnis Property
Syarat 4: Memiliki Metode
Namanya berbisnis properti dengan utang, selalu tidak lepas dari memilih properti yang prospek (mampu memberi keuntungan) dan seni bernegosiasi (negosiasi dengan perusahaan yang memberi utang). Pelajari metode-metodenya terlebih dahulu.
Syarat 5: Mampu Mengelola Keuangan
Syarat kelima dan terakhir adalah kemampuan mengelola keuangan (keuangan pribadi dan bisnis). Banyak orang mengalami kesulitan berbisnis properti dengan utang karena kesulitan mengelola keuangan. Umumnya pebisnis pemula mencampur adukan keuangan pribadi dengan bisnis. Mengelola keuangan juga termasuk kemampuan untuk melakukan manajemen risiko (risiko jika tidak ada penyewa atau anak kos, risiko jika terjadi kenaikan suku bunga utang, risiko jika terjadi kebakaran, kerusuhan dan lainnya).
Kesimpulan
Berbisnis properti dengan utang itu boleh jika Kita sudah mampu mengendalikan bisnis kita. Agar dapat mengendalikannya, syarat dan ketentuan berlaku:
Memiliki Pengetahuan
Memiliki Pengalaman
Memiliki Mentor
Memiliki Metode
Mampu Mengelola Keuangan
Apakah Anda pernah ikut seminar atau memulai bisnis properti dengan utang?
Sumber:
Property for rent – http://goo.gl/cXRqpp
Property business – http://goo.gl/g7TRgT
Property business for success – http://goo.gl/CCjyI4
Post a Comment